Babinsa 1405-05/Mallusetasi Kawal Serapan Gabah Petani, Pastikan Harga Sesuai Ketetapan Pemerintah

KODIM 1405/PAREPARE – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani, Babinsa Koramil 1405-05/Mallusetasi, Serma Amril, melaksanakan pengawalan dan pendampingan kegiatan serapan gabah kering di wilayah binaannya, tepatnya di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Muhammad Sadar, SST., M.P., selaku Penelaah Teknis Kebijakan dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun). Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar, transparan, serta sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun data serapan gabah berasal dari Kelompok Tani (Poktan) Mario Marennu dengan lokasi persawahan di wilayah BPP Mallusetasi. Luas lahan yang dipanen mencapai 3,5 hektar, dengan total gabah yang telah diserap sebanyak 88 karung atau setara dengan 10.232 kilogram.

Gabah tersebut diserap oleh mitra Bulog, yakni Cahaya Sembilan Dua dari Kabupaten Sidrap yang diwakili oleh M. Hatta. Proses pembelian dilakukan sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan kepastian dan perlindungan harga bagi petani.

Sementara itu, masih terdapat sisa gabah kering sebanyak 60 karung yang belum dilakukan penimbangan dan akan segera diproses pada tahap berikutnya.

Serma Amril menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung kesejahteraan petani serta memastikan distribusi hasil pertanian berjalan optimal. “Kami hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, lancar, dan petani mendapatkan haknya sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap pemerintah serta memperkuat sinergi antara TNI, instansi terkait, dan para pelaku usaha dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *