PELAIHARI, INFO_PAS — Aktivitas di Asimilasi Carwash Rutan Pelaihari tampak padat pada Sabtu (31/1). Sejak pagi, warga sekitar berdatangan untuk mencuci sepeda motor maupun mobil. Ramainya pengunjung menjadi gambaran bahwa layanan ini bukan hanya membantu kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar kerja yang nyata bagi warga binaan.
Kegiatan pembinaan kemandirian pencucian kendaraan ini berjalan setiap hari dan diawasi langsung oleh petugas Rutan Pelaihari, Umar Alif. Sebanyak lima warga binaan mengikuti pembinaan secara rutin, dengan pembagian tugas yang jelas—mulai dari proses pembilasan awal, penyabunan, pembersihan detail bagian sulit, hingga pengeringan. Selain keterampilan teknis, mereka juga dibiasakan menerapkan disiplin, ketepatan waktu, dan sopan santun saat melayani pelanggan.
“Setiap hari Alhamdulillah cukup ramai dikunjungi masyarakat sekitar, baik yang mencuci motor maupun mobil. Ini pembinaan yang efektif karena warga binaan belajar keterampilan kerja sekaligus etika pelayanan. Kami awasi prosesnya agar tetap tertib, aman, dan hasil cucinya konsisten bersih,” ujar Umar Alif.
Kepuasan pelanggan pun terasa. Rapli, warga sekitar yang menggunakan layanan tersebut, menilai hasilnya rapi dan pelayanannya ramah.
“Menurut saya bersihnya bagus, pengerjaannya teliti, dan pelayanannya sopan. Enak, dekat juga, jadi kalau mau cuci kendaraan saya ke sini,” katanya.
Melalui pembinaan ini, Rutan Pelaihari berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa digunakan saat kembali ke masyarakat, sekaligus menghadirkan layanan yang manfaatnya langsung dirasakan warga sekitar.






