Pidie – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Pidie sanagat berdampak pada sektor pertanian. Menyikapi hal ini, Babinsa Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie, Sertu Marwan, melaksanakan kegiatan anjangsana guna mendengar langsung keluhan para petani di wilayah binaannya, di Desa Turue Cut, Kecamatan Mane, Jumat (08/08/2025)
Dalam kunjungannya, Sertu Marwan menyampaikan pentingnya komunikasi aktif antara TNI dan masyarakat, terutama dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa peran Babinsa tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga sebagai jembatan informasi dan solusi atas kesulitan masyarakat.
> “Dari kunjungan rutin yang kita lakukan, banyak informasi dan keluhan warga yang kita serap. Saat ini, sebagian besar petani mengeluhkan dampak kekeringan terhadap tanaman mereka, khususnya tanaman hortikultura seperti cabai,” ungkap Sertu Marwan.
Salah satu petani setempat, Yusri, mengutarakan kesulitannya dalam menghadapi musim kemarau ini. Ia menyebutkan bahwa banyak bibit cabai yang telah disemai terpaksa tertunda masa tanamnya karena ketiadaan air.
> “Bibit sudah siap tanam, tapi kami tidak bisa menanam karena kondisi tanah sangat kering. Ini bukan hanya saya, hampir semua petani di desa mengalami hal yang sama,” ujar Yusri.
Situasi ini menunjukkan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, dinas pertanian, serta aparat kewilayahan seperti Babinsa dalam mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang terhadap dampak perubahan iklim.
Kegiatan anjangsana seperti ini menjadi cerminan kedekatan TNI AD dengan masyarakat, serta bagian dari upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional melalui penguatan komunikasi dan pendampingan di lapangan.






