PELAIHARI, INFO_PAS — Keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari membuktikannya melalui pemanfaatan area di sekitar blok hunian menjadi lahan pertanian produktif. Hasilnya, sebanyak 150 ikat sawi berhasil dipanen sebagai salah satu bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan.
Tanaman sawi yang tumbuh di area tersebut merupakan hasil dari pemanfaatan ruang yang tersedia di lingkungan Rutan. Area yang sebelumnya dapat dioptimalkan untuk kegiatan produktif kini mampu menghasilkan komoditas sayuran yang memiliki nilai manfaat. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan lahan secara tepat dapat memberikan hasil meskipun dilakukan di area yang terbatas.
Keberhasilan panen sebanyak 150 ikat sawi menjadi capaian positif sekaligus penyemangat untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian. Pemanfaatan lahan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi upaya mengoptimalkan potensi lingkungan agar dapat memberikan kontribusi bagi ketersediaan pangan.
Sakiyo, staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan di sekitar blok hunian merupakan langkah positif untuk mengembangkan area produktif di lingkungan Rutan Pelaihari.
“Lahan yang tersedia perlu kita manfaatkan sebaik mungkin agar tidak menjadi ruang yang terabaikan. Dengan pengelolaan dan perawatan yang baik, area terbatas pun bisa menghasilkan sayuran yang bermanfaat. Panen 150 ikat sawi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian,” ujar Sakiyo.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan pertanian ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui aktivitas budidaya tanaman, warga binaan berkesempatan mengenal proses pertanian secara langsung, mulai dari pengelolaan lahan, penanaman, perawatan, hingga proses panen. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Rutan Pelaihari terus mendorong optimalisasi lahan yang tersedia agar memiliki nilai guna dan memberikan manfaat lebih luas. Pengembangan pertanian di lingkungan Rutan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
Panen 150 ikat sawi ini menjadi bukti bahwa produktivitas tidak selalu ditentukan oleh luasnya lahan, melainkan juga oleh kemauan untuk mengelola potensi yang ada. Rutan Pelaihari berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan.






