PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana layanan kunjungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terasa berbeda pada Sabtu (31/10/2026). Di tengah momen pertemuan warga binaan dengan keluarga, lantunan selawat dari kegiatan Habsy turut mengalun, menghadirkan nuansa religius sekaligus mengisi suasana kunjungan dengan pesan-pesan kebaikan.
Warga binaan yang tergabung dalam kegiatan Habsy melantunkan selawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan iringan rebana. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan keagamaan rutin yang dilaksanakan saat layanan kunjungan berlangsung, sehingga suasana pertemuan keluarga tidak hanya diwarnai kerinduan, tetapi juga lantunan doa dan selawat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai spiritual. Melalui lantunan selawat, mereka diajak untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan keteladanan beliau sebagai inspirasi dalam memperbaiki diri.
Petugas Rutan Pelaihari, Abdul Latief Iriawan, menyampaikan bahwa kegiatan Habsy yang dihadirkan saat layanan kunjungan merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana yang positif dan religius. Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan ini juga memberikan warna tersendiri bagi keluarga yang datang berkunjung.
“Kami ingin menghadirkan suasana kunjungan yang tidak hanya menjadi momen melepas rindu, tetapi juga diisi dengan kegiatan positif dan bernilai keagamaan. Melalui lantunan selawat ini, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, sementara keluarga yang berkunjung juga dapat merasakan suasana yang lebih religius dan menenangkan,” ujar Latief.
Bagi warga binaan, tampil dalam kegiatan Habsy juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, melatih kekompakan, dan membangun rasa percaya diri. Setiap lantunan yang dibawakan menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendorong mereka untuk tetap produktif serta mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat.
Kehadiran kegiatan Habsy di tengah layanan kunjungan memperlihatkan bahwa pembinaan di Rutan Pelaihari terus diupayakan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya melalui pendidikan dan keterampilan, penguatan spiritual juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kesadaran warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari berupaya menjadikan layanan kunjungan sebagai ruang yang tetap mengedepankan nilai kekeluargaan, ketertiban, dan pembinaan. Lantunan selawat yang menggema menjadi pengingat bahwa di balik kerinduan yang terobati, selalu ada kesempatan untuk memperkuat keimanan dan menata diri menjadi pribadi yang lebih baik.






