PELAIHARI, INFO_PAS — Deru mesin traktor memecah suasana di area Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Jumat (30/10/2026). Di tengah hamparan lahan yang mulai diolah, petugas bersama warga binaan bergotong royong mempersiapkan tanah untuk penanaman jagung. Kegiatan ini menjadi langkah awal menumbuhkan harapan melalui pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Dengan menggunakan traktor, tanah yang sebelumnya belum dipersiapkan mulai dibajak dan digemburkan. Roda besi alat pertanian bergerak menyusuri lahan, membalik permukaan tanah dan membantu mempersiapkan media tanam. Pengolahan ini menjadi tahapan penting agar lahan lebih siap memasuki proses penanaman jagung.
Petugas pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, menjelaskan bahwa persiapan lahan merupakan langkah awal yang perlu dilakukan sebelum benih ditanam. Pengolahan tanah diharapkan dapat menciptakan kondisi lahan yang lebih baik sehingga proses budidaya jagung dapat berjalan optimal.
“Untuk penanaman jagung, tentu lahannya harus kita siapkan terlebih dahulu. Hari ini kami melakukan pengolahan tanah menggunakan traktor supaya tanah lebih gembur dan siap ditanami. Setelah tahap ini, nantinya akan dilanjutkan dengan proses penanaman serta perawatan tanaman,” jelas Ridho.
Di balik mesin traktor yang bekerja, warga binaan juga mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Amin, salah satu warga binaan, turut terlibat dalam persiapan lahan bersama petugas. Baginya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses pertanian, mulai dari pengolahan tanah hingga tahapan budidaya tanaman pangan.
“Kegiatan seperti ini membuat kami bisa belajar banyak hal. Kami ikut mempersiapkan lahan dan nantinya juga bisa belajar menanam serta merawat jagung. Semoga tanaman yang ditanam nanti tumbuh dengan baik dan hasilnya bisa bermanfaat,” ungkap Amin.
Bagi Rutan Pelaihari, kegiatan pertanian di Kebun SAE memiliki arti lebih dari sekadar aktivitas mengolah tanah. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang mengajak warga binaan untuk bekerja sama, tekun, dan bertanggung jawab. Melalui pendampingan petugas, mereka mendapatkan pengalaman serta keterampilan praktis yang diharapkan dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Persiapan penanaman jagung ini juga menjadi bentuk pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Keterlibatan warga binaan dalam setiap tahapan pertanian memperlihatkan bahwa pembinaan dapat dilakukan melalui aktivitas nyata yang produktif, memberikan pengalaman, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dari tanah yang hari ini dibajak, Rutan Pelaihari mulai menyiapkan langkah menuju penanaman jagung di Kebun SAE. Setiap proses dikerjakan dengan harapan lahan tersebut dapat memberikan hasil yang bermanfaat, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya keterampilan, pengalaman, dan semangat baru bagi warga binaan. Sebab, di balik setiap benih yang kelak ditanam, ada kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menumbuhkan masa depan yang lebih baik.






