Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru mengajak Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Iwan Santoso, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi, Yan Wely Wiguna, memanen hasil pertanian dan perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banjarbaru, Kamis, (29/10), setelah peninjauan pelayanan publik. Kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta program ketahanan pangan nasional.
Kunjungan Iwan Santoso ke Lapas Banjarbaru dilaksanakan untuk meninjau pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Yan Wely Wiguna dan disambut oleh Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, bersama jajaran. Setelah peninjauan, Kalapas mengajak rombongan melihat langsung kegiatan pembinaan kemandirian di SAE yang memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian dan perikanan produktif bagi Warga Binaan.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Banjarbaru bersama rombongan melaksanakan panen kangkung sebanyak 43 kilogram, mangga kiojay sebanyak 20 kilogram, dan ikan lele sebanyak 160 kilogram. Hasil panen ini merupakan bagian dari pengembangan kegiatan pertanian dan perikanan di SAE Lapas Banjarbaru. Pemanfaatan lahan tersebut juga mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya program kemandirian pangan melalui pertanian, perikanan, dan peternakan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidur (idle).
Selain memanen hasil pertanian dan perikanan, rombongan juga meninjau kegiatan budidaya jamur dan maggot yang dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan. Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk mempelajari proses budidaya, pemeliharaan, dan pengelolaan hasil produksi. Setelah kegiatan panen, rombongan turut mencicipi buah-buahan hasil pertanian SAE sebagai bentuk pengenalan terhadap hasil budidaya yang dikelola di Lapas Banjarbaru.
Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menyampaikan bahwa pengembangan pertanian dan perikanan di SAE tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan. “Kami terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di SAE melalui kegiatan pertanian dan perikanan sebagai bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas dan program ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan Warga Binaan sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui pemanfaatan lahan secara produktif,” ujar Irwanto.
Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Iwan Santoso, mengapresiasi upaya Lapas Banjarbaru dalam mengembangkan pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan untuk pertanian dan perikanan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. “Kami mengapresiasi upaya Lapas Banjarbaru dalam mengoptimalkan lahan SAE melalui kegiatan pertanian dan perikanan. Hasil panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung program ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini terus dikembangkan dan memberikan dampak positif bagi Warga Binaan,” ungkap Iwan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru terus berupaya mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya kemandirian pangan melalui optimalisasi lahan-lahan tidur untuk pertanian, perikanan, dan peternakan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas SAE, serta membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.






