Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Alun-Alun Lapas Banjarbaru, Rabu, (28/10), untuk mengobarkan semangat persatuan dan nasionalisme melalui tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Kegiatan ini diikuti petugas dan perwakilan Warga Binaan sebagai upaya menanamkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan, Yan Wely Wiguna, selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, petugas Kantor Imigrasi Banjarmasin, petugas Lapas Banjarbaru, serta perwakilan Warga Binaan. Rangkaian upacara meliputi pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan putusan Kongres Pemuda Indonesia yang mengingatkan kembali pentingnya persatuan dalam perjuangan bangsa.
Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab, termasuk dalam pelaksanaan pembinaan di Lapas. “Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Nilai-nilai tersebut juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh Warga Binaan selama mengikuti pembinaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan, Yan Wely Wiguna, menekankan pentingnya mengamalkan nilai patriotisme, kegigihan, dan empati sebagaimana tema peringatan tahun ini. “Semangat pemuda harus diwujudkan melalui sikap pantang menyerah, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga persatuan bangsa. Dengan semangat tersebut, setiap individu dapat mengambil peran positif dalam membangun Indonesia,” tegasnya.
Melalui upacara Hari Sumpah Pemuda 2026, Lapas Banjarbaru berharap semangat persatuan dan nasionalisme semakin tertanam pada petugas maupun Warga Binaan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa nilai patriotisme, kegigihan, dan empati perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama untuk mendukung proses pembinaan dan mempersiapkan Warga Binaan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.






