11 MANTAN ANGGOTA KELOMPOK OPM KODAP IV/SORONG RAYA NYATAKAN KEMBALI KE PANGKUAN IBU PERTIWI

Maybrat, Papua Barat Daya – Komitmen untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditunjukkan oleh 11 orang mantan anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Batalyon Aikyum dan Batalyon Ovir Kodap IV/Sorong Raya melalui kegiatan ikrar setia kepada NKRI yang bertempat di Pos Kotis Satgas Yonif 764/IB, Kampung Kumurkek, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. pada Senin (26/10/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Pangdam XVIII/Kasuari Yang di wakili Oleh Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., Bupati Maybrat Yang di wakili oleh Kepala Perindakop pemda Maybrat Melianus Saa, SH,. M.Si., Kasi Intel Korem 181/PVT Kolonel Inf Abdul Rizka Fitrawan, S.I.P., Kasi Ops Korem 181/PVT Kolonel Inf Eko Handono, Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Arif Setyo Utomo, Dansatgas Yonif 764/IB Letkol Inf Aditya Susanto, S.I.P., Danyonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad Letkol Inf Wahyu Pudji Pamungkas, S.A.P., M.Tr.Mil., Kapolres Maybrat AKBP Jandry Denny Sairlela, S.I.K., M.M., serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan lainnya.

Adapun 11 mantan anggota kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya yang menyatakan ikrar setia kepada NKRI tersebut terdiri atas Matias Aisasior selaku Komandan Batalyon Aikyum, Willy Sakof, Yudas Orocomna, Yeremias Sasior selaku Wakil Batalyon Aikyum, Zakarias Aikingking selaku Komandan Operasi Batalyon Aikyum, Riki Aisasior (Rickarda Aisasior) selaku Komandan Batalyon Yon Toke, Alfos Orocomna, Yoppi Frassa selaku Wakil Batalyon Toke, Habel Orocomna, Titus Sowe, dan Apolos Aikingking selaku anggota Batalyon Aikyum Kodap IV/Sorong Raya.

Pernyataan ikrar tersebut menjadi bagian dari proses kembalinya para anggota kelompok ke pangkuan NKRI, dengan harapan dapat menjalani kehidupan secara aman serta memperoleh dukungan pemerintah dalam pemulihan kehidupan sosial, pelayanan dasar, dan pembangunan di wilayah Kabupaten Maybrat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan atribut kelompok dan penyematan bendera Merah Putih, dilanjutkan pembacaan ikrar setia kepada NKRI, penandatanganan surat ikrar, penciuman bendera Merah Putih, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, para mantan anggota kelompok diserahkan kepada pihak pemerintah daerah untuk proses penanganan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam arahannya, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh masyarakat, pemerintah distrik, serta pemerintah kampung yang telah membantu proses koordinasi sehingga para anggota kelompok dapat turun dari hutan dan menyatakan komitmen kembali kepada NKRI.

Danrem juga mengingatkan agar komitmen tersebut senantiasa dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tidak kembali bergabung bersama kelompok yang masih berada di hutan. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama, mengingat aktivitas di wilayah hutan berpotensi menimbulkan risiko apabila terjadi kontak dengan aparat keamanan. Ia juga menyampaikan untuk menjaga situasi keamanan yang kondusif guna mewujudkan percepatan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.

Sementara itu, Kepala Distrik Aifat Timur Jauh, Bernadus Aikingking, menyampaikan harapan agar situasi keamanan yang semakin kondusif dapat diikuti dengan pemulihan kehidupan sosial masyarakat, termasuk pelaksanaan adat dan budaya setempat. Ia juga berharap adanya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi untuk membahas langkah-langkah penanganan serta kebutuhan masyarakat ke depan.

Perwakilan mantan anggota kelompok, Zakarias Aikingking, turut menyampaikan harapan agar komitmen untuk kembali kepada NKRI mendapat dukungan nyata dari pemerintah melalui program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perbaikan jalan dan rumah warga serta peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan komitmen untuk kembali kepada NKRI menjadi awal bagi pemulihan kehidupan masyarakat, terbukanya kembali akses pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Distrik Aifat Timur Jauh dan sekitarnya.

Korem 181/PVT bersama seluruh unsur terkait terus mendorong terciptanya situasi keamanan yang aman dan kondusif melalui pendekatan persuasif, komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta sinergi bersama pemerintah daerah demi terwujudnya persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.

KOREM 181/PRAJA VIRA TAMA

PRAVITA – Profesional, Responsif, Adaptif, Visioner, Integratif, Tanggap, Amanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *