Dari Pemeraman Menuju Produk Bernilai, Warga Binaan Perempuan Rutan Pelaihari Tekuni Pembuatan Telur Asin

PELAIHARI, INFO_PAS — Proses menghasilkan produk pangan yang bernilai membutuhkan ketelitian dan kesabaran di setiap tahapannya. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan perempuan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui pembuatan telur asin di Blok D Perempuan, Selasa (20/10/2026). Kali ini, kegiatan berfokus pada pembersihan telur yang telah disimpan selama masa pemeraman sebagai bagian dari tahapan pengolahan lanjutan.

Setelah melewati masa pemeraman, telur dibersihkan untuk menghilangkan sisa bahan pemeraman yang masih menempel pada permukaan cangkang. Tahapan ini dilakukan dengan cermat agar telur berada dalam kondisi bersih sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya sesuai metode pengolahan yang diterapkan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan pengolahan pangan bagi warga binaan perempuan. Mereka berkesempatan memahami bahwa pembuatan telur asin tidak berhenti pada proses pemeraman, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap kebersihan, ketepatan tahapan, dan penanganan produk secara baik.

Petugas pendamping kegiatan, Cahya Reviana, menyampaikan bahwa setiap tahapan produksi menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kebiasaan bekerja secara teliti dan bertanggung jawab.

“Dalam pembuatan telur asin, setiap tahapan perlu diperhatikan, termasuk membersihkan telur setelah masa pemeraman. Kami berharap warga binaan dapat memahami prosesnya dengan baik dan memperoleh keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan produktif,” ujar Cahya Reviana.

Salah seorang warga binaan perempuan, Muslimah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pengalaman langsung dalam mempelajari proses pembuatan telur asin. Menurutnya, keterlibatan dalam setiap tahapan membantu dirinya memahami pentingnya ketekunan untuk menghasilkan produk yang baik.

“Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa membuat telur asin membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Semoga keterampilan yang kami pelajari bisa menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Muslimah.

Selain mengenalkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong warga binaan untuk mengembangkan sikap disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengenal peluang usaha di bidang pengolahan pangan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Rutan Pelaihari terus mendorong kegiatan produktif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan perempuan. Melalui kegiatan pembuatan telur asin yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan dapat mengembangkan keterampilan praktis dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *