PENDEKATAN PERSUASIF KODIM 1809/MAYBRAT BERHASIL, DUA ANGGOTA KELOMPOK OPM KODAP IV/SORONG RAYA MENYERAHKAN DIRI

MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA – Melalui pendekatan persuasif sebagai bagian dari pendekatan Soft Approach dan Hard Approach yang melibatkan pemerintah daerah, keluarga, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, dua orang anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, Anton Fatem (Danyon Ayosami) dan Yesias Fatem (Danyon Mosata), menyerahkan diri di wilayah Kabupaten Maybrat.

Proses penjemputan keduanya dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, di wilayah Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, sebagai tindak lanjut dari upaya komunikasi dan pendekatan yang dilakukan secara bersama oleh berbagai pihak.

Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT), Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., bersama Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., dan Kabinda Papua Barat Daya Brigjen TNI Hermawan Hadi Wijaya, turut hadir dalam rangkaian kegiatan penjemputan di Pos Kotis Yonmar 9/BH, Kampung Susumuk, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa, S.E., unsur TNI-Polri, pemerintah distrik, serta tokoh masyarakat yang berperan dalam membangun komunikasi dengan keluarga dan pihak-pihak terkait.

Dalam penyampaiannya, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung proses pendekatan Soft Approach sehingga kedua orang tersebut bersedia kembali ke Pangkuan NKRI.

Danrem 181/PVT bersama Kapolda PBD dan Kabinda PBD menegaskan bahwa tujuan utama dari upaya tersebut adalah mewujudkan situasi keamanan dan kedamaian di Kabupaten Maybrat, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan pembangunan daerah dapat berlangsung dengan baik.

Forkompimda PBD ini juga mengajak pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk terus mengedepankan pendekatan persuasif serta mengajak pihak-pihak lain yang masih berada di hutan agar bersedia kembali melalui komunikasi dan koordinasi bersama.

Sementara itu, Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa, S.E., mengapresiasi dukungan Dari TNI dalam membantu pemerintah daerah menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Ia berharap Anton Fatem dan Yesias Fatem memperoleh perlindungan, pendampingan, serta pelayanan kesehatan yang diperlukan sebagai bagian dari proses pemulihan setelah kembali.

Upaya Soft Approach dan Hard Approach yang sudah dirumuskan oleh Forkompimda PBD telah membuahkan hasil nyata dengan adanya 2 tokoh OPM yang menyerahkan diri ke Kodim 1809 Maybrat.

Selain upaya pemulihan keamanan, Danrem 181/PVT bersama Kapolda PBD dan Kabinda PBD menyampaikan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk akses jalan Maybrat–Bintuni dan Maybrat–Fef, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Anton Fatem dan Yesias Fatem berada di Pos Kotis Yonmar 9/BH untuk menjalani proses pemeriksaan dan pengambilan keterangan lebih lanjut.

Keberhasilan pendekatan ini menjadi momentum untuk terus mengedepankan komunikasi, merangkul masyarakat, serta memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa dalam menciptakan Papua Barat Daya yang aman, damai, dan sejahtera.

Prajurit PRAVITA – Profesional, Responsif, Adaptif, Visioner, Integratif, Tanggap, dan Amanah.

#PangkogabwilhanIII #Korem181PVT #KodamXVIIIKasuari #PoldaPapuaBaratDaya #PapuaBaratDaya #Maybrat #PendekatanPersuasif #TNIAD #PapuaDamai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *