Perkuat Layanan Kesehatan dan Rehabilitasi, Rutan Pelaihari Ikuti Bimtek CKG hingga Optimalisasi SDP

PELAIHARI, INFO_PAS — Penguatan layanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan terus dilakukan dengan memastikan petugas memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan program kesehatan dan rehabilitasi. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari mengikuti Bimbingan Teknis Dukungan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Skrining TBC dan Terapi ARV bagi ODHIV, Optimalisasi SDP Fitur Watkesrehab, serta Pelaksanaan Petunjuk Teknis Rehabilitasi Narkotika Pemasyarakatan secara daring melalui Zoom, Kamis (24/9/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Rutan Pelaihari Eri Triyanto bersama jajaran dan perawat Klinik Pratama Rutan Pelaihari. Bimbingan teknis menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, deteksi dini penyakit menular, penanganan ODHIV, hingga pencatatan dan pengelolaan data kesehatan warga binaan.

 

Materi mengenai CKG dan skrining TBC menekankan pentingnya deteksi dini sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian penyakit. Pemeriksaan yang dilakukan secara terarah memungkinkan kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga tindak lanjut medis dapat diberikan sesuai kebutuhan.

 

Sementara itu, pembahasan mengenai terapi ARV bagi Orang dengan HIV (ODHIV) memberikan pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan layanan dan kepatuhan terhadap terapi. Di lingkungan Pemasyarakatan, kesinambungan pelayanan kesehatan menjadi penting agar warga binaan tetap memperoleh penanganan yang sesuai selama menjalani masa pidana.

 

Bimtek juga membahas SDP Fitur Watkesrehab sebagai instrumen pendukung pengelolaan data kesehatan dan rehabilitasi. Pemanfaatan sistem secara optimal dapat membantu petugas melakukan pencatatan, pemantauan, serta penyediaan data yang lebih tertib sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis kondisi kesehatan warga binaan.

 

Perawat Klinik Pratama Rutan Pelaihari juga mendapatkan penguatan terkait petunjuk teknis rehabilitasi narkotika Pemasyarakatan. Pemahaman terhadap petunjuk teknis diperlukan agar pelaksanaan rehabilitasi berjalan sesuai tahapan, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan yang mengikuti program.

 

Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menekankan pentingnya hasil bimtek tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan layanan di Rutan. “Penguatan kapasitas petugas harus berdampak pada kualitas pelayanan. Setiap materi yang diterima perlu dipahami dan diterapkan sesuai tugas masing-masing, sehingga layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi warga binaan dapat berjalan semakin tertib dan optimal,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, Rutan Pelaihari terus memperkuat layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika warga binaan sakit, tetapi juga pada pencegahan, deteksi dini, kesinambungan pengobatan, rehabilitasi, dan pengelolaan data. Langkah ini menjadi bagian dari pemenuhan hak kesehatan warga binaan sekaligus mendukung pelaksanaan Pemasyarakatan yang lebih terukur dan responsif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *