Posbindu PTM Rutan Pelaihari Deteksi Dini Risiko Kesehatan 31 Warga Binaan

PELAIHARI, INFO_PAS — Sebanyak 31 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari mengikuti pemeriksaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Aula Tengah Rutan Pelaihari, Kamis (24/9/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada warga binaan. Pelaksanaan Posbindu PTM merupakan hasil kerja sama Rutan Kelas IIB Pelaihari dengan Pengelola PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut yang difasilitasi Puskesmas Angsau.

 

Pemeriksaan dilaksanakan oleh petugas kesehatan Puskesmas Angsau, Faridhatul Maulia, bersama petugas kesehatan Rutan Pelaihari, Andika. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diarahkan untuk mengenali faktor risiko yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

 

Alur pemeriksaan menerapkan sistem lima meja. Warga binaan terlebih dahulu melakukan registrasi, kemudian menjalani wawancara mengenai riwayat penyakit dahulu dan sekarang serta riwayat penyakit keluarga. Tahap berikutnya meliputi pengukuran antropometri berupa tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut.

 

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan darah yang mencakup tekanan darah dan GCU. Setelah seluruh pemeriksaan dilakukan, petugas mengidentifikasi faktor risiko, memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta menyusun rencana tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

 

Dari 31 warga binaan yang mengikuti skrining, petugas menemukan 12 orang dengan hipertensi, tiga orang dengan hiperglikemi, lima orang mengalami hipertensi dan hiperglikemi, sedangkan 11 orang berada dalam kondisi normal berdasarkan hasil skrining saat kegiatan berlangsung.

 

Petugas Kesehatan Rutan Pelaihari, Andika, mengatakan pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

 

“Pemeriksaan ini membantu kami mengetahui kondisi kesehatan warga binaan secara lebih dini. Dari hasil skrining, setiap temuan akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing,” ujarnya.

 

Sementara itu, Petugas Kesehatan Puskesmas Angsau, Faridhatul Maulia, mengatakan kegiatan Posbindu PTM menjadi sarana untuk menemukan faktor risiko penyakit tidak menular lebih awal sehingga dapat diberikan edukasi dan tindak lanjut yang sesuai.

 

“Melalui skrining ini, kami dapat melihat faktor risiko kesehatan yang ada pada warga binaan. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bahan untuk memberikan edukasi mengenai kondisi kesehatan masing-masing serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan,” kata Faridhatul.

 

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi tubuh dan mendorong upaya pencegahan sebelum faktor risiko berkembang menjadi penyakit.

 

Hasil skrining terhadap warga binaan yang ditemukan memiliki faktor risiko akan mendapatkan tindak lanjut berupa terapi medis sesuai anjuran dokter Tim Posbindu Puskesmas Angsau. Petugas juga memberikan KIE mengenai hasil pemeriksaan agar warga binaan memahami kondisi kesehatan dan faktor risiko yang perlu diperhatikan.

 

Selain penanganan di lingkungan Rutan, seluruh hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk selanjutnya dilakukan penginputan basis data pada aplikasi PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

Melalui kegiatan tersebut, layanan kesehatan di Rutan Pelaihari tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan edukasi dan pemantauan berdasarkan hasil skrining. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap kondisi kesehatan sekaligus mendukung pencegahan dan penemuan dini faktor risiko penyakit tidak menular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *