PELAIHARI, INFO_PAS – Panen bukan menjadi akhir dari aktivitas pertanian di Rutan Kelas IIB Pelaihari. Setelah tanaman selesai dipanen, lahan kembali disiapkan untuk memasuki siklus penanaman berikutnya sebagai bagian dari pengelolaan lahan produktif dan pembinaan kemandirian warga binaan.
Warga binaan bersama petugas kembali melakukan penataan lahan agar siap digunakan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian, sehingga lahan yang telah menghasilkan dapat kembali dimanfaatkan tanpa dibiarkan kosong terlalu lama.
Petugas pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan pengelolaan lahan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap proses pertanian dapat memberikan pengalaman bagi warga binaan.
“Setelah panen, pekerjaan belum selesai. Lahan harus kembali disiapkan agar bisa ditanami dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dari sini warga binaan belajar bahwa pertanian membutuhkan ketekunan, perawatan, dan kesinambungan dari satu tahap ke tahap berikutnya,” ujar Ridho.
Menurutnya, proses menyiapkan lahan kembali juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memahami siklus pertanian secara utuh. Mereka tidak hanya belajar saat tanaman tumbuh dan dipanen, tetapi juga memahami pentingnya persiapan sebelum memulai penanaman baru.
Kegiatan tersebut sejalan dengan perhatian Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, terhadap pemanfaatan lahan sebagai sarana pembinaan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan. Lahan yang dikelola secara konsisten diharapkan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dengan demikian, satu kali panen menjadi awal bagi proses berikutnya. Lahan kembali dipersiapkan, keterampilan terus diasah, dan warga binaan mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola kegiatan pertanian dari awal hingga kembali memulai siklus produksi.






