Dari Tangan WBP ke Meja Konsumen, Telur Asin Rutan Pelaihari Perluas Pasar

PELAIHARI, INFO_PAS — Dari tangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), telur asin produksi Rutan Kelas IIB Pelaihari kini mulai diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Rutan Pelaihari menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Rutan untuk membantu memperluas pemasaran produk hasil pembinaan kemandirian tersebut, Rabu (16/9/2026).

 

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan pembinaan kemandirian yang diarahkan tidak hanya pada kemampuan memproduksi, tetapi juga bagaimana hasil keterampilan WBP dapat memiliki nilai guna dan peluang ekonomi.

 

Melalui kolaborasi dengan UMKM, telur asin hasil produksi WBP ditawarkan untuk dipasarkan kepada konsumen. Keterlibatan pelaku usaha menjadi jembatan agar produk pembinaan dapat keluar dari lingkungan Rutan dan dikenal oleh masyarakat secara lebih luas.

 

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan perluasan pemasaran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, agar pembinaan kemandirian memberikan hasil yang nyata dan dapat dikembangkan.

 

“Arahan Karutan, hasil pembinaan harus memiliki nilai dan keberlanjutan. Warga binaan tidak hanya diajarkan bagaimana membuat produk, tetapi juga perlu memahami bahwa produk tersebut harus dijaga kualitasnya, dikemas dengan baik, dan memiliki akses untuk sampai kepada konsumen,” ujar Galang.

 

Menurutnya, kerja sama dengan UMKM memberikan pengalaman yang lebih nyata mengenai proses usaha. WBP dapat melihat bahwa keterampilan yang mereka pelajari memiliki tahapan lanjutan, mulai dari produksi hingga pemasaran.

 

Telur asin merupakan salah satu produk pembinaan kemandirian Rutan Pelaihari yang dikerjakan melalui tahapan pemilihan bahan, pengasinan, pematangan, hingga pengemasan. Proses tersebut menjadi sarana bagi WBP untuk melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menghasilkan produk.

 

Rutan Pelaihari terus mendorong agar pembinaan kemandirian tidak berhenti ketika produk selesai dibuat. Dengan membuka akses pemasaran dan membangun kolaborasi bersama pelaku usaha, hasil pembinaan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Dari tangan WBP lahir sebuah produk. Dari produk itu, dibuka jalan menuju kemandirian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *