PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali mencatat hasil positif dari program pembinaan kemandirian warga binaan melalui panen sebanyak 50 ikat kangkung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Pelaihari, Selasa (4/8/2026).
Panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan berbasis ketahanan pangan yang secara berkelanjutan dikembangkan Rutan Pelaihari. Selain menghasilkan komoditas pertanian yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan di bidang pertanian sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan keberhasilan panen kali ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara petugas dan warga binaan yang secara konsisten merawat tanaman sejak proses penanaman hingga masa panen.
“Panen kangkung ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara petugas dan warga binaan. Kami berharap kegiatan ini terus menumbuhkan semangat bekerja, rasa tanggung jawab, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ridho.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan bernama Restu turut berperan aktif mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, perawatan tanaman, hingga proses panen. Keterlibatan warga binaan secara langsung menjadi bagian dari implementasi pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kemampuan dan produktivitas.
Restu mengaku bersyukur dapat mengikuti program pembinaan pertanian yang diselenggarakan Rutan Pelaihari. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus menambah keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
“Saya senang bisa ikut mengelola kebun sampai akhirnya berhasil panen. Dari kegiatan ini saya belajar banyak tentang cara bercocok tanam, pentingnya disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga ilmu yang saya dapat bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” kata Restu.
Program pertanian yang dilaksanakan di Kebun SAE Rutan Pelaihari juga menjadi wujud dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.
Melalui hasil panen sebanyak 50 ikat kangkung tersebut, Rutan Pelaihari terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bernilai guna untuk kehidupan mereka di masa mendatang.






