Sorong – Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., menerima audiensi Komisioner Komnas HAM RI, Dr. Atnike Nova Sigiro, M.Sc., di Ruang Transit Makorem 181/PVT, Jalan Pramuka No. 1, Kelurahan Malamso, Distrik Malaisimsa, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (30/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus diskusi mengenai situasi keamanan, kondisi sosial, serta upaya perlindungan hak asasi manusia di wilayah Papua Barat Daya. Turut hadir jajaran pejabat Korem 181/PVT serta tim dari Komnas HAM RI.
Dalam kesempatan tersebut, Komisioner Komnas HAM RI menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Korem 181/PVT serta menegaskan komitmen Komnas HAM untuk terus mendorong perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh masyarakat, termasuk warga sipil, aparat TNI-Polri, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan yang terdampak konflik. Komnas HAM juga menekankan pentingnya pengumpulan data dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kepada pemerintah.
Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan di Papua Barat Daya relatif kondusif, meskipun masih terdapat tantangan di beberapa wilayah yang terdampak konflik bersenjata. Menurutnya, penyelesaian persoalan memerlukan sinergi seluruh pihak melalui pendekatan yang komprehensif, meliputi aspek keamanan, pembangunan, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Danrem juga menegaskan bahwa jajaran TNI terus mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi, dan pembinaan teritorial dalam merangkul masyarakat guna menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan. Selain itu, pemerataan pembangunan dan peningkatan akses ke wilayah terpencil dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Audiensi diakhiri dengan harapan agar sinergi antara Komnas HAM RI, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat dalam mewujudkan perlindungan hak asasi manusia serta meminimalisasi terjadinya aksi kekerasan di Papua Barat Daya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen membangun komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
Korem 181/PVT – Profesional, Responsif, Adaptif, Visioner, Integratif, Tanggap, dan Amanah (PRAVITA)






