Kebun SAE Rutan Pelaihari Panen 27 Kilogram Pare, Bukti Pembinaan Berorientasi Kemandirian

PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari memanen sebanyak 27 kilogram pare dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (10/7) pukul 10.00 WITA. Hasil panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian yang sekaligus mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan serta pemasaran produk hasil karya warga binaan.

Panen dilakukan oleh staf Rutan Pelaihari bersama warga binaan yang selama ini mengikuti pembinaan kemandirian. Sejak masa tanam, warga binaan dilibatkan dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga proses panen.

Petugas Penanggung Jawab Kebun SAE Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan hasil panen tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Hasil panen kali ini mencapai 27 kilogram dan seluruhnya memiliki kualitas yang layak dipasarkan. Ini membuktikan bahwa proses pembinaan yang dijalankan secara konsisten mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai jual. Kami berharap pengalaman yang diperoleh warga binaan selama mengikuti pembinaan ini dapat menjadi bekal keterampilan ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Ridho.

Menurut dia, hasil panen dari Kebun SAE tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas warga binaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Salah seorang warga binaan peserta pembinaan, Risky, mengaku memperoleh banyak pengalaman sejak mengikuti kegiatan pertanian di Kebun SAE.

“Saya mengikuti pembinaan ini sudah cukup lama. Dari yang sebelumnya tidak memahami cara bercocok tanam, sekarang saya sudah mengerti bagaimana merawat tanaman hingga menghasilkan panen. Saya bangga karena hasil yang kami tanam bisa dipasarkan dan memiliki nilai jual. Mudah-mudahan keterampilan ini menjadi bekal bagi saya untuk bekerja atau berusaha setelah bebas nanti,” ujarnya.

Program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian menjadi salah satu upaya Rutan Pelaihari dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah selesai menjalani masa pidana. Selain mendukung pembinaan, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa hasil kerja warga binaan mampu memberikan manfaat ekonomi serta berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *