Langkah Nyata Menuju Kemandirian, Rutan Pelaihari Serahkan Bekal Usaha kepada Warga Binaan
PELAIHARI, INFO_PAS – Komitmen membangun kemandirian warga binaan tidak berhenti pada proses pembelajaran. Sebagai wujud dukungan agar keterampilan yang telah diperoleh dapat langsung dimanfaatkan setelah bebas, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari bersama Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut menutup rangkaian Pelatihan Cukur Rambut dengan menyerahkan sertifikat pelatihan, satu set peralatan cukur rambut, serta uang pembinaan kepada 30 warga binaan peserta pelatihan, Jumat (03/07/2026), di Aula Rutan Pelaihari.
Seluruh peserta merupakan warga binaan yang masa pidananya telah mendekati selesai. Pemberian sertifikat dan peralatan kerja tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus bekal nyata agar keterampilan yang diperoleh selama tiga hari pelatihan dapat segera dikembangkan menjadi peluang usaha ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh pejabat struktural Rutan Pelaihari serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut. Acara secara resmi ditutup oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Sukarti, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Eko Trianto.
Dalam sambutannya, Sukarti menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar program pembinaan keterampilan, tetapi merupakan investasi sosial yang diharapkan mampu mengubah masa depan para peserta melalui kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan produktif.
“Kami berharap keterampilan yang telah dipelajari selama tiga hari ini tidak berhenti di dalam rutan. Sertifikat, peralatan cukur, dan uang pembinaan yang kami serahkan hari ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus motivasi agar saudara-saudara dapat memulai langkah baru setelah bebas. Gunakan bekal ini sebagai jalan untuk berkarya, membuka usaha, dan membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Sukarti.
Ia menambahkan, Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut akan terus mendorong program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung kepada kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk warga binaan, agar mampu beradaptasi kembali dengan kehidupan bermasyarakat dan memiliki kemandirian ekonomi.
Bagi para peserta, pelatihan tersebut menjadi pengalaman yang membuka harapan baru. Salah satunya dirasakan oleh Helmi, warga binaan yang mengikuti pelatihan sejak hari pertama. Ia mengaku memperoleh keterampilan yang sebelumnya belum pernah dimiliki dan optimistis ilmu tersebut akan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Pelatihan ini memberikan saya kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas nanti. Saya sangat bersyukur karena selain mendapatkan ilmu, saya juga dipercaya oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan untuk menjadi tamping di Barbershop Rutan Pelaihari. Kepercayaan ini membuat saya bisa terus berlatih setiap hari sehingga kemampuan saya semakin berkembang. Terima kasih kepada Rutan Pelaihari dan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut yang telah memberikan kesempatan berharga ini,” ungkap Helmi.
Sementara itu, jajaran Rutan Pelaihari menilai keberhasilan pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah mampu menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan. Tidak hanya memberikan pengetahuan, program ini juga membekali peserta dengan sarana kerja sehingga peluang untuk memulai usaha setelah bebas menjadi lebih terbuka.
Melalui sinergi yang terus dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Rutan Kelas IIB Pelaihari berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Pembinaan tidak lagi hanya dimaknai sebagai proses menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, memperbaiki diri, serta menyiapkan bekal kehidupan yang lebih baik ketika kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan 30 warga binaan tidak hanya membawa sertifikat dan seperangkat alat cukur, tetapi juga membawa kepercayaan diri, keterampilan, serta harapan baru untuk membangun masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.






