Peringati HANI 2026, Rutan Pelaihari Buktikan Komitmen Berantas Narkoba Lewat Tes Urine Warga Binaan

Peringati HANI 2026, Rutan Pelaihari Buktikan Komitmen Berantas Narkoba Lewat Tes Urine Warga Binaan

PELAIHARI, INFO_PAS – Komitmen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba kembali dibuktikan melalui pelaksanaan tes urine terhadap warga binaan, Kamis (25/6). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 sekaligus menjadi implementasi nyata Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin keenam tentang pemberantasan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan.

Tes urine dilaksanakan di Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari dengan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) bersama Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan serta melibatkan petugas kesehatan. Sebanyak 13 warga binaan dipilih secara acak untuk mengikuti pemeriksaan, dan seluruh sampel menunjukkan hasil negatif narkotika.

Hasil tersebut menjadi indikator bahwa upaya pencegahan dan pengawasan yang selama ini dijalankan di Rutan Pelaihari berjalan efektif. Lebih dari sekadar pemeriksaan rutin, tes urine merupakan bagian dari strategi deteksi dini untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di dalam lingkungan rutan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus dilakukan secara konsisten melalui langkah-langkah preventif dan pengawasan yang berkelanjutan.

“Rutan Pelaihari berkomitmen penuh mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Tes urine ini bukan hanya kegiatan seremonial dalam rangka HANI 2026, tetapi bentuk nyata penguatan deteksi dini untuk memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di dalam rutan. Hasil negatif dari seluruh peserta menjadi bukti bahwa pengawasan, pembinaan, dan sinergi antarpetugas terus berjalan dengan baik. Kami akan terus memperkuat komitmen ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di Lapas dan Rutan,” tegas Adim.

Keberhasilan menjaga lingkungan rutan tetap bebas narkoba juga tidak terlepas dari kolaborasi erat antara jajaran pengamanan dan petugas kesehatan. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, petugas kesehatan turut berperan aktif dalam pelaksanaan tes urine sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

Petugas Kesehatan Klinik Pratama Rutan Pelaihari menyampaikan bahwa sinergi lintas fungsi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan sekaligus kesehatan warga binaan.

“Kami terus bersinergi dengan jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan dalam melaksanakan tes urine secara berkala sebagai langkah preventif. Pemeriksaan ini tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan warga binaan, tetapi juga memastikan lingkungan Rutan Pelaihari tetap steril dari penyalahgunaan narkoba. Selama pengawasan dilakukan secara konsisten dan kolaborasi terus diperkuat, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya Rutan Pelaihari yang sehat, aman, dan bebas dari peredaran narkotika,” ujar Petugas Kesehatan.

Momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Melalui penguatan deteksi dini, pengawasan yang ketat, serta sinergi antarpetugas, Rutan Kelas IIB Pelaihari terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemasyarakatan. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa Rutan Pelaihari merupakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkomitmen mewujudkan Zero Narkoba sesuai arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *