Ikrar Tegas Pemasyarakatan NTT: Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba dan HP Ilegal

Ikrar Tegas Pemasyarakatan NTT: Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba dan HP Ilegal

Kupang – Upaya membangun pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas kembali ditegaskan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur melalui pelaksanaan Ikrar dan Komitmen Bersama Bebas dari Peredaran Narkoba dan Handphone, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Ketut Akbar Herry Achjar, ini menjadi penanda keseriusan jajaran pemasyarakatan di NTT dalam menciptakan lingkungan lapas dan rutan yang aman, tertib, serta terbebas dari praktik-praktik yang melanggar aturan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Selama ini, peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam lembaga pemasyarakatan masih menjadi tantangan yang kompleks. Dampaknya tidak hanya mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga menghambat proses pembinaan warga binaan yang seharusnya berjalan optimal dan berorientasi pada pemulihan.
Melalui ikrar bersama tersebut, seluruh jajaran menyatakan kesiapan untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan disiplin kerja. Komitmen ini selaras dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa komitmen tidak boleh berhenti pada seremoni.
“Kita tidak hanya bicara komitmen, tapi harus memastikan implementasinya nyata di lapangan. Lingkungan pemasyarakatan harus benar-benar bersih dari narkoba dan handphone ilegal,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi garis tegas bahwa perubahan yang diharapkan bukan sekadar administratif, melainkan menyentuh praktik kerja sehari-hari. Penegakan aturan, integritas petugas, dan konsistensi pengawasan menjadi kunci utama.
Lebih jauh, komitmen ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan menjadi taruhan, sekaligus indikator keberhasilan reformasi yang sedang dijalankan. Di sisi lain, lingkungan yang bersih dan kondusif akan mendukung proses pembinaan warga binaan agar lebih efektif dan manusiawi.
Di balik lantangnya ikrar yang dibacakan, tersimpan pesan yang lebih dalam: perubahan tidak semata lahir dari kebijakan, tetapi dari keberanian setiap individu untuk menjaga integritasnya. Dari sana, pemasyarakatan yang bersih bukan lagi sekadar harapan melainkan keniscayaan yang terus diupayakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *