PELAIHARI, INFO_PAS — Menjaga kesehatan warga binaan terus diperkuat oleh Rutan Kelas IIB Pelaihari melalui program pemantauan kesehatan yang dilaksanakan di Klinik Pratama Rutan, Jumat (17/04). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup warga binaan.
Sejak pagi, petugas Klinik Rutan Pelaihari memulai kegiatan dengan penyuluhan kesehatan yang membahas penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Penyuluhan ini dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan yang memiliki riwayat penyakit tersebut, sebagai bentuk deteksi dini sekaligus pengendalian kondisi kesehatan mereka.
Sebanyak 25 warga binaan mengikuti kegiatan ini, dengan rincian 18 orang mengalami hipertensi, 3 orang hiperglikemi, serta 4 orang dengan kondisi kombinasi hipertensi dan hiperglikemi. Data ini menjadi dasar penting bagi petugas kesehatan dalam menentukan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Tidak berhenti pada pemeriksaan, program ini juga dirancang sebagai pemantauan rutin. Setiap minggu, kondisi kesehatan warga binaan akan dievaluasi untuk memastikan terapi medis berjalan sesuai arahan dokter penanggung jawab. Selain itu, hasil pemeriksaan juga diinput ke dalam sistem database Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari pengelolaan data kesehatan yang terintegrasi.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan warga binaan merupakan bagian dari tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.
“Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami. Mereka tetap berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Melalui pemantauan rutin seperti ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan perhatian yang tepat, sehingga kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan, Roni, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan dan penyuluhan tersebut.
“Kami merasa diperhatikan. Dengan adanya pemeriksaan rutin dan penjelasan dari petugas kesehatan, kami jadi lebih paham kondisi tubuh kami dan bagaimana menjaganya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga memastikan bahwa aspek kemanusiaan—terutama kesehatan—tetap menjadi perhatian utama. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga binaan akan pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus mencegah risiko penyakit yang lebih serius di kemudian hari.






