PELAIHARI, INFO_PAS — Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari turut mengambil peran dalam penguatan pengendalian Tuberkulosis (TBC) dengan mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program TBC Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Selasa (14/04).
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh petugas kesehatan, Andika Puji Santoso.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan terkait monitoring dan evaluasi pelaporan penemuan kasus terduga TBC sepanjang tahun 2025 serta triwulan pertama tahun 2026. Selain itu, dilakukan pula upaya melengkapi data pelaporan kasus serta penyampaian materi mengenai penggunaan dosis obat terbaru bagi pasien TBC.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, H. Muhammad Husni Hadiansyah Noor, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelaporan dan penanganan kasus TBC di lapangan.
“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan memiliki data yang akurat dan lengkap, sehingga penanganan TBC dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Selain itu, pembaruan informasi terkait dosis obat juga penting agar terapi yang diberikan semakin efektif,” ungkapnya.
Partisipasi Klinik Pratama Rutan Pelaihari dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan, khususnya dalam pencegahan dan penanganan penyakit menular seperti TBC.
Petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pelaihari, Andika Puji Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat langsung dalam mendukung kualitas layanan kesehatan di lingkungan rutan.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pelaporan kasus dan penanganan TBC, termasuk pembaruan dosis obat. Hal ini tentu sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi warga binaan,” ujarnya.
Dengan mengikuti kegiatan ini, Klinik Pratama Rutan Pelaihari terus berupaya memastikan bahwa layanan kesehatan yang diberikan tidak hanya berjalan, tetapi juga sesuai dengan standar dan perkembangan terbaru, sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan yang maksimal bagi warga binaan.






