Danramil Tangse Tinjau Transmigrasi Lokal di Paya Guci, Fokus pada Data Warga dan Dukungan Pertanian

Pidie — Upaya penguatan sektor pertanian dan pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman terus dilakukan aparat teritorial. Komandan Koramil (Danramil) 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Kapten Kav Dian Prayatna, bersama jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa), termasuk Serma Arifiddin, melaksanakan pertemuan sekaligus pengecekan lokasi transmigrasi lokal di Desa Paya Guci, Dusun Dodok, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menitikberatkan pada verifikasi data warga yang masih aktif menetap dan mengelola lahan di kawasan transmigrasi tersebut. Pendataan ulang ini dinilai penting guna memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Koramil mengidentifikasi bahwa para petani yang aktif akan mendapatkan sejumlah dukungan, antara lain bantuan bibit kopi, pupuk, serta pembangunan sumur bor. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga transmigrasi.

Kapten Kav Dian Prayatna menegaskan bahwa pendataan ulang menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan transmigrasi tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa warga yang benar-benar aktif di lokasi ini mendapatkan perhatian dan bantuan yang tepat. Potensi lahan di sini sangat besar, khususnya untuk pengembangan kopi, sehingga harus dikelola secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur guna menunjang aktivitas masyarakat.
“Akses jalan menjadi kebutuhan utama. Dengan terbukanya jalan penghubung antara Dusun Blang Rimeh dan Dusun Dodok, diharapkan mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Selain aspek pertanian, perhatian juga diarahkan pada infrastruktur dasar. Salah satu kebutuhan mendesak yang dibahas adalah pembangunan atau perbaikan jalan penghubung antara Dusun Blang Rimeh dan Dusun Dodok. Akses jalan ini dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat di Kecamatan Tangse.

Secara umum, kawasan transmigrasi lokal di Dusun Dodok terbagi dalam tiga blok hunian. Blok 1 terdiri dari 50 unit rumah, sementara Blok 2 dan Blok 3 masing-masing berjumlah 20 unit. Namun, dari total unit yang tersedia, hanya sekitar 50 kepala keluarga yang tercatat masih aktif tinggal dan mengelola lahan di lokasi tersebut.

Adapun luas lahan transmigrasi lokal di Desa Paya Guci, Dusun Dodok, diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare. Potensi ini dinilai cukup besar untuk dikembangkan, terutama dalam komoditas perkebunan seperti kopi yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah Tangse.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga belum optimalnya pemanfaatan lahan di beberapa blok. Oleh karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghidupkan kembali kawasan transmigrasi ini agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Dengan langkah pendataan ulang dan rencana pemberian bantuan ini, diharapkan kawasan transmigrasi lokal di Paya Guci dapat berkembang menjadi sentra pertanian yang tidak hanya menopang ekonomi warga setempat, tetapi juga berkontribusi bagi ketahanan pangan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *