Babinsa Perkuat Komsos di Beureuleung, Serap Aspirasi Warga dan Jaga Kedekatan Sosial

Pidie — Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi di wilayah binaan, Babinsa Koramil 26/Grong-Grong Kodim 0102/Pidie, Koptu Rudi Awaluddin, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga Desa Beureuleung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Senin (13/04/2026).

Kegiatan komsos tersebut dilakukan secara santai dan penuh keakraban. Babinsa tampak berbaur dengan masyarakat, berbincang ringan di lingkungan desa sembari mendengarkan langsung berbagai persoalan dan harapan warga terkait kondisi sosial, keamanan, hingga kebutuhan pembangunan di desa.

Koptu Rudi Awaluddin menyampaikan bahwa komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang rutin dilakukan guna membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.

Melalui pendekatan ini, Babinsa dapat memahami secara langsung dinamika yang terjadi di wilayah binaannya.

“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Ini penting agar setiap permasalahan dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, interaksi yang dibangun secara informal justru lebih efektif dalam menciptakan keterbukaan. Warga menjadi lebih leluasa menyampaikan pendapat, keluhan, maupun masukan tanpa merasa canggung.

Sejumlah warga Desa Beureuleung mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat.

Mereka menilai kegiatan komsos tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memberikan rasa aman serta perhatian dari aparat terhadap kondisi desa.

“Kami merasa lebih dekat dengan Babinsa. Kalau ada masalah, kami tidak ragu untuk menyampaikan karena komunikasi sudah terjalin dengan baik,” kata salah satu warga.

Secara terpisah, pihak Koramil 26/Grong-Grong menegaskan bahwa kegiatan komsos merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

Selain memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, kegiatan ini juga menjadi sarana deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial di masyarakat.

Namun demikian, efektivitas komsos tidak hanya bergantung pada keaktifan aparat. Partisipasi masyarakat dalam menjaga komunikasi yang terbuka dan konstruktif juga menjadi kunci utama.

Tanpa keterlibatan warga, berbagai aspirasi yang berkembang di tingkat desa berpotensi tidak tersampaikan secara optimal.

Dengan terjalinnya komunikasi yang intensif dan harmonis, diharapkan berbagai persoalan di Desa Beureuleung dapat ditangani secara bersama-sama, serta tercipta lingkungan yang aman, kondusif, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *