Akhir Pengabdian yang Penuh Makna, Rutan Pelaihari Antar Dua Pegawai Menuju Purna Tugas

PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana haru dan penuh rasa hormat menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari saat keluarga besar Rutan Pelaihari melepas dua pegawai yang resmi memasuki masa purna tugas, yakni Bapak Agus Sarwoko dan Ibu Titin Partini, Sabtu (04/04/2026).

Kegiatan pelepasan yang dilaksanakan mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai tersebut berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan rasa penghormatan. Acara ini turut dihadiri oleh seluruh pegawai Rutan Pelaihari serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Pelaihari, sebagai bentuk kebersamaan dan penghargaan atas pengabdian panjang yang telah diberikan oleh kedua pegawai tersebut.

Momen ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga menjadi wujud penghormatan institusi terhadap dedikasi, loyalitas, dan kerja tulus yang telah ditanamkan selama bertahun-tahun dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Di balik suasana yang sederhana, tersimpan banyak kenangan, pelajaran, dan jejak pengabdian yang telah menjadi bagian dari perjalanan Rutan Pelaihari.

Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, hadir secara langsung sekaligus memimpin prosesi pelepasan purna tugas tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak Agus Sarwoko dan Ibu Titin Partini selama bertugas.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Rutan Pelaihari, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Agus Sarwoko dan Ibu Titin Partini atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas. Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru yang semoga selalu diberkahi, diberi kesehatan, dan kebahagiaan. Selamat memasuki masa purna tugas, jasa dan keteladanan Bapak dan Ibu akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Rutan Pelaihari,” ujar Eri Triyanto.

Suasana haru semakin terasa ketika satu per satu kenangan tentang kebersamaan selama bertugas kembali teringat. Bagi keluarga besar Rutan Pelaihari, purna tugas ini bukan hanya tentang berakhirnya masa kerja, tetapi juga tentang melepas dua sosok yang telah menjadi bagian dari perjalanan, semangat, dan kebersamaan sehari-hari di lingkungan kerja.

Agus Sarwoko dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kebersamaan yang telah ia jalani selama bertugas di Rutan Pelaihari.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Rutan Pelaihari. Banyak sekali kenangan, pengalaman, dan pelajaran hidup yang saya dapatkan selama bertugas di sini. Bagi saya, Rutan Pelaihari bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga rumah kedua yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Jika selama bertugas ada kekurangan atau kekhilafan, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya pamit dengan rasa bangga, syukur, dan penuh kenangan,” ungkap Agus Sarwoko.

Sementara itu, Ibu Titin Partini juga menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan bahwa meninggalkan lingkungan kerja yang selama ini telah menjadi bagian dari kesehariannya bukanlah hal yang mudah.

“Hari ini tentu menjadi hari yang sangat berkesan bagi saya. Ada rasa haru karena harus berpisah dengan tempat dan orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan saya. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kebaikan yang saya terima selama bertugas di Rutan Pelaihari. Saya percaya, meskipun masa tugas telah selesai, tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan ini akan tetap terjaga. Mohon maaf apabila selama berinteraksi ada tutur kata maupun sikap saya yang kurang berkenan,” tutur Titin Partini.

Kehadiran seluruh pegawai dan DWP Rutan Pelaihari dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak hanya dikenang melalui jabatan dan masa kerja, tetapi juga melalui hubungan baik, keteladanan, serta jejak kemanusiaan yang ditinggalkan dalam kebersamaan.

Di balik seragam yang suatu hari harus dilepas, selalu ada cerita tentang kerja keras, kesabaran, pengorbanan, dan kesetiaan pada tugas. Dan pada hari itu, Rutan Pelaihari tidak hanya melepas dua pegawai yang memasuki masa purna tugas, tetapi juga melepas dua bagian penting dari perjalanan panjang institusi dengan penuh hormat, haru, dan rasa kekeluargaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *