Dorong Produktivitas Kakao, Babinsa dan Penyuluh Edukasi Petani di Blang Teungoh

Pidie — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian terus digalakkan di wilayah Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Salah satunya melalui kegiatan musyawarah dan penyuluhan yang menyasar para petani kakao di Desa Blang Teungoh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Serka Arifudin, bersama tim penyuluh dari PT Olam Indonesia Banda Aceh. Kehadiran aparat kewilayahan dalam forum ini menjadi bentuk dukungan nyata TNI terhadap pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Penyuluhan yang dipimpin oleh Baihaqi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terkait teknik budidaya kakao yang baik dan benar, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga upaya menjaga kualitas hasil panen. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk melestarikan tanaman kakao yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah Tangse.

Dalam pertemuan tersebut, para petani mendapatkan penjelasan praktis sekaligus kesempatan berdiskusi langsung mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan, seperti serangan hama, penurunan produktivitas, hingga akses pasar.

Serka Arifudin menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan seperti ini sangat penting dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, peningkatan pengetahuan petani akan berbanding lurus dengan hasil produksi yang lebih baik.

“Kegiatan ini sangat bagus karena dapat menambah wawasan petani dalam mengelola tanaman kakao secara optimal. Harapannya, hasil panen meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga ikut terangkat,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menekankan bahwa keberhasilan program semacam ini membutuhkan kesinambungan pendampingan serta komitmen bersama antara petani, penyuluh, dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu, perwakilan penyuluh menilai bahwa potensi kakao di Tangse masih sangat besar untuk dikembangkan. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat dan dukungan berbagai pihak, wilayah ini dinilai mampu menjadi salah satu sentra kakao yang produktif di Kabupaten Pidie.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara aparat, swasta, dan masyarakat dalam mendorong sektor pertanian yang berkelanjutan. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus dilakukan secara rutin guna memastikan petani tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah tantangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *