Pelatihan Eco Enzyme dan POC Bekali Warga Binaan Lapas Banjarbaru dengan Keterampilan Ramah Lingkungan

Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme dan POC (Pupuk Organik Cair) bagi 20 orang Warga Binaan yang digelar oleh Sub Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) bersama peserta magang batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker), Kamis, (19/2). Kegiatan berlangsung di Aula Ba’anjung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banjarbaru sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan melalui pemanfaatan limbah organik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja) Rifaldi Shandri Akbar, Kepala Sub Seksi Giatja, Ady Tri Marwoko, serta Staf Giatja Lapas Banjarbaru. Bertindak sebagai narasumber yakni dua peserta magang batch 2 Kemenaker di Lapas Banjarbaru, Siti Qumairoh Fajariah dan Theo Septiawan, yang menyampaikan materi sekaligus memandu praktik secara langsung.

Kasi Binadik & Giatja Lapas Banjarbaru, Rifaldi Shandri Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan ramah lingkungan. “Pelatihan ini diharapkan mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” tegasnya.

Dalam penyampaian materi Eco Enzyme, narasumber memaparkan tahapan pembuatan dimulai dari menyiapkan botol, limbah buah segar, molase atau gula merah, serta air dengan perbandingan 1:3:10, kemudian difermentasi selama tiga bulan dan tutup botol dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas. Sementara itu, untuk POC, peserta diarahkan menyiapkan ember tumpuk, limbah buah atau sayur, molase, Effective Microorganisms 4 (EM4), dan air, lalu membuat larutan dekomposer sebelum difermentasi selama 14 hari hingga siap digunakan.

Narasumber dari peserta magang batch 2 Kemenaker, Siti Qumairoh Fajariah, menyampaikan bahwa metode pelatihan dirancang sederhana dan mudah diterapkan. “Kami memberikan materi sekaligus praktik langsung agar peserta lebih memahami proses pembuatan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan, Supriadi, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami bisa memanfaatkan limbah menjadi produk yang berguna dan bernilai jual,” sebutnya. Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi Warga Binaan dalam mendukung proses reintegrasi sosial di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *