PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana sejuk menyelimuti Kebun SAE Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Jumat (30/1/2026). Sejak pukul 09.30 WITA, warga binaan yang mengikuti Pembinaan Kemandirian bidang pertanian tampak kompak menyusuri bedengan, memastikan tanaman tumbuh sehat melalui perawatan rutin.
Pembinaan kali ini difokuskan pada penyiraman tanaman sawi dan kangkung, perawatan tanaman kacang panjang, serta memindahkan media tanam dari polybag ke tanah. Kegiatan berlangsung bertahap: mulai dari pengecekan kondisi daun dan kelembapan tanah, pengaturan air agar tidak berlebihan, hingga penataan jarak tanam saat proses pemindahan agar tanaman lebih cepat beradaptasi.
Selain membentuk keterampilan kerja, pembinaan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap salah satu 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), yakni kemandirian pangan melalui program pertanian di lapas/rutan. Dari kebun inilah, warga binaan dibiasakan memahami proses produksi pangan—dari perawatan hingga kesiapan panen.
Pengawas kegiatan, Ikhsan Setiadi, menegaskan bahwa aktivitas di Kebun SAE tidak sekadar rutinitas, tetapi bagian dari proses belajar yang berkelanjutan.
“Hari ini kami fokus pada perawatan dan pemindahan media tanam supaya tanaman lebih kuat dan hasilnya maksimal. Ke depan, kegiatan ini akan terus kami jalankan secara bertahap—mulai pembibitan, perawatan, sampai panen—agar warga binaan terbiasa dengan pola kerja pertanian yang rapi dan terukur,” ujarnya.
Salah satu warga binaan peserta kegiatan, Mahmud, mengaku antusias mengikuti pembinaan.
“Saya merasa senang saat berada di kebun karena cuaca juga mendukung. Sejuknya kebun ini membuat saya semakin semangat mengikuti pembinaan,” tuturnya.
Melalui pembinaan kemandirian di Kebun SAE, Rutan Pelaihari terus mendorong warga binaan memiliki keterampilan produktif, sekaligus menumbuhkan kebiasaan kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.






