PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana pagi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari tampak lebih hidup, Senin (19/1). Sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan senam pagi sebagai bagian dari rutinitas pembinaan yang menekankan kebiasaan hidup sehat dan disiplin harian. Menariknya, senam dipandu sesama warga binaan sebagai pemimpin senam.
Kegiatan dimulai dengan pengaturan barisan dan pemanasan, dilanjutkan gerakan inti dengan tempo sedang, lalu ditutup pendinginan. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan terarah.
Usai senam, warga binaan melanjutkan kegiatan dengan pembacaan Catur Dharma Narapidana. Pembacaan ini menjadi penguatan komitmen untuk terus memperbaiki diri, mematuhi aturan, serta menjalani pembinaan secara konsisten.
Petugas Pembina Warga Binaan Rutan Kelas IIB Pelaihari, Abdul Latief, menegaskan bahwa kegiatan pagi dirancang untuk membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan. “**Senam pagi kami dorong bukan sekadar rutinitas olahraga. Ada proses pembiasaan—tertib, kompak, saling menghargai. Ditambah pembacaan Catur Dharma, supaya nilai pembinaan itu terus diingat dan dipraktikkan,” ujarnya.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan, Anto, menyebut rutinitas sederhana seperti ini membantu menjaga semangat dan arah pembinaan. “Kadang yang kami butuhin itu kegiatan sederhana tapi rutin. Senam bikin badan segar, lalu Catur Dharma itu seperti pengingat supaya kami tetap menjaga sikap dan ikut aturan,” ujarnya.
Melalui kegiatan rutin ini, Rutan Pelaihari terus menguatkan pembinaan berbasis proses—menggabungkan kebugaran fisik, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai pemasyarakatan dalam kegiatan harian warga binaan.




