PELAIHARI, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melaksanakan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) dan layanan kesehatan lansia bagi warga binaan, Rabu (14/1/2026) pukul 09.00 WITA s.d. selesai, bertempat di Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Rutan Pelaihari dengan Pengelola PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut yang difasilitasi oleh Puskesmas Angsau.
Posbindu PTM menjadi salah satu upaya preventif dan promotif sekaligus deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular bagi warga binaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh petugas Posbindu Puskesmas Angsau dan didukung petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari, dengan sasaran warga binaan pemasyarakatan di lingkungan Rutan Pelaihari.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemenuhan layanan kesehatan yang berkelanjutan di dalam rutan.
“Kesehatan warga binaan adalah prioritas. Melalui Posbindu PTM ini, kita memperkuat pencegahan dan deteksi dini agar kondisi kesehatan terpantau sejak awal, sekaligus memastikan tindak lanjutnya berjalan sesuai kebutuhan medis,” ujar Eri Triyanto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan skrining dan pemeriksaan kesehatan terkait penyakit tidak menular melalui sistem 5 (lima) meja, dengan alur: registrasi; wawancara (riwayat penyakit dahulu & sekarang serta riwayat keluarga); pengukuran data antropometri (tinggi badan, berat badan, lingkar perut); pemeriksaan (tekanan darah dan GCU/gula darah); serta identifikasi faktor risiko, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), dan rencana tindak lanjut.
Sebanyak 29 orang warga binaan mengikuti pemeriksaan, dengan hasil temuan: hipertensi 13 orang, hiperglikemi 5 orang, hipertensi + hiperglikemi 2 orang, serta normal 13 orang.
Petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari, Yuniar Silvarani, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pemeriksaan semata, namun berorientasi pada pencegahan dan pembinaan perilaku hidup sehat.
“Tujuan kami adalah memastikan warga binaan mendapat skrining yang terukur, memahami kondisi kesehatannya, serta memperoleh KIE agar bisa mengendalikan faktor risiko. Untuk yang terdeteksi, kami siapkan tindak lanjut sesuai arahan dokter tim Posbindu,” terang Yuniar.
Ia menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan juga akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk penginputan basis data pada aplikasi PTM Kementerian Kesehatan RI, sehingga pemantauan dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Sementara itu, salah satu warga binaan peserta kegiatan, H. Ijay, menyampaikan apresiasinya atas layanan yang diterima.
“Pelayanannya baik dan jelas. Kami diperiksa lengkap, dijelaskan hasilnya, dan diberi arahan apa yang harus dilakukan. Saya merasa terbantu karena jadi tahu kondisi kesehatan dan langkah yang harus dijaga ke depan,” ungkapnya.
Ke depan, Rutan Kelas IIB Pelaihari terus mendorong sinergi dengan fasilitas kesehatan dan dinas terkait agar layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan semakin optimal, sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan warga binaan melalui pencegahan, edukasi, dan tindak lanjut yang tepat.






