Wonreli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wonreli menggelar kegiatan penanaman sayuran sawi dan kangkung sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan yang melibatkan warga binaan ini dilakukan di bawah bimbingan Kepala Subsiagian Administrasi dan Orientasi (Kasubsi AO), Max R. Latukolan, Jumat (02/01).
Dalam kegiatan ini, warga binaan secara aktif terlibat mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, hingga pemeliharaan awal tanaman. Penanaman sayuran dipilih karena memiliki siklus tumbuh yang relatif cepat dan dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lapas.
Max R. Latukolan menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga memberikan manfaat pendidikan dan pembinaan bagi warga binaan dengan mengajarkan keterampilan berkebun yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Melalui penanaman sayuran ini, kami berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan luar serta memberikan nilai tambah dalam pembinaan warga binaan,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyambut positif kegiatan yang dilakukan Lapas Wonreli. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan arahan pusat untuk meningkatkan kemandirian setiap lembaga pemasyarakatan di bidang pangan.
“Ketahanan pangan adalah salah satu prioritas utama kami. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan nutrisi, tetapi juga membentuk karakter warga binaan melalui kerja sama dan tanggung jawab terhadap hasil karya mereka sendiri,” ucap Ricky Dwi Biantoro.
Tanaman sawi dan kangkung yang ditanam di lahan pekarangan Lapas Wonreli diharapkan akan mulai dapat panen dalam beberapa minggu ke depan.
Kontributor: Humas Lapas Wonreli






