Pidie Jaya – Demi mempercepat pemulihan mobilitas dan aktivitas masyarakat pasca banjir bandang Pidie Jaya, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodim 0102/Pidie bersama Tim Vertical Rescue Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tidak mengenal waktu terus mengebut pengerjaan jembatan gantung Blang Awe siang dan malam hari.Sabtu (13/12/2025)
Semangat pengabdian tanpa batas dan tidak mengenal waktu ditunjukkan dengan kerja lembur hingga larut malam demi memastikan akses vital masyarakat segera kembali normal pasca bencana.
Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan desa Blang Awe, kecamatan Meureudu, dengan desa Seunong, kecamatan Meurah Dua, dikebut siang dan malam. Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung dua desa yang sangat dibutuhkan warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial sehari-hari.
Ketua Tim Vertical Rescue, Dadan, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan menjadi prioritas utama.
“Pekerjaan ini harus kami kebut agar jembatan cepat rampung. Ini adalah akses vital masyarakat Blang Awe dan Seunong, sehingga kami rela bekerja lembur hingga malam hari demi kepentingan warga,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. “Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat. Semakin cepat rampung, semakin cepat pula jembatan ini bisa dimanfaatkan kembali untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Blang Awe, Sertu Saifullah, yang terus berada di lokasi pengerjaan, menjelaskan pentingnya jembatan tersebut bagi warga.
“Tanpa jembatan ini, masyarakat Blang Awe harus memutar sejauh kurang lebih 8 kilometer untuk menuju Desa Seunong. Karena itu, jembatan ini memang sangat dinantikan dan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan, kerja keras tanpa mengenal waktu, serta sinergi TNI dan Tim Vertical Rescue, pembangunan jembatan gantung Blang Awe diharapkan segera rampung dan kembali menghidupkan denyut aktivitas masyarakat Pidie Jaya.






