Pidie — Pasca banjir yang melanda Kabupaten Pidie, tekanan terhadap ketersediaan kebutuhan pokok semakin terasa di tingkat masyarakat. Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Kopka Rinto Harahap, turun langsung ke Pasar Desa Keude Tiro untuk mengecek stok sembako dan memastikan stabilitas harga, Minggu (30/11/2025).
Banjir yang memutus akses jalur Aceh–Medan menjadi faktor utama terhambatnya distribusi logistik. Akibatnya, pasokan sejumlah komoditas menipis dan harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
“Suplai terlambat masuk karena akses jalan masih terputus. Kami memastikan stok tetap tersedia dan memantau kondisi harga agar masyarakat tidak semakin terbebani,” kata Kopka Rinto Harahap di sela-sela pengecekan.
Dari pantauan di pasar, harga telur ayam kini menembus Rp100.000 per papan, jauh di atas harga normal. Sementara itu, gas LPG 3 kilogram dijual hingga Rp35.000 per tabung, namun pedagang mengaku barangnya sering tidak tersedia karena stok sangat terbatas.
Rahmat, salah satu pedagang sembako, membenarkan kondisi tersebut.
“Harga terpaksa naik karena pasokan belum datang. Untuk telur dan LPG, meski harganya naik, kadang tetap tidak ada barangnya. Kami hanya menjual sesuai stok yang tersisa,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama TNI–Polri kini berupaya mempercepat normalisasi akses jalur distribusi dan menyiapkan langkah intervensi, termasuk kemungkinan operasi pasar apabila gejolak harga terus berlanjut.
Masyarakat berharap akses jalur Aceh–Medan segera pulih agar distribusi logistik kembali normal dan tekanan harga kebutuhan pokok dapat segera mereda.






