Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru terus menunjukkan komitmen dalam memberantas Handphone, Pungli, dan Narkoba (Halinar) di lingkungan Lapas. Komitmen tersebut diwujudkan lewat razia kamar warga binaan dan tes urine petugas dan warga binaan yang digelar bersama personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru, Kepolisian Sektor Banjarbaru Timur, dan Komando Rayon Militer 1006-07/Banjarbaru, pada Kamis (20/11).
Razia menyasar seluruh kamar warga binaan tindak pidana narkotika pada Blok Demak dan Blok Sriwijaya. Petugas gabungan melakukan penggeledahan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan badan hingga kamar warga binaan guna mendeteksi dini potensi gangguan keamanan serta mencegah masuknya barang-barang terlarang.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana menyampaikan bahwa razia gabungan tersebut merupakan wujud komitmen Lapas Banjarbaru agar bersih dari barang terlarang. “Kami mendukung penuh 13 program akselerasi Bapak Menteri Imipas, salah satunya terkait pemberantasan halinar. Razia ini akan terus kami lakukan secara rutin guna menciptakan Lapas Banjarbaru yang bersih dari halinar, aman, dan tertib melalui sinergi yang solid dengan APH setempat,” tegasnya.
Berdasarkan hasil razia, para petugas gabungan berhasil menemukan sejumlah barang terlarang di dalam kamar warga binaan, seperti kabel listrik rakitan, senjata tajam rakitan, kipas angin, alat cukur, paku, gunting kuku, korek gas, sendok stainless, dan potongan kawat. Selanjutnya, hasil tes urine secara acak kepada lima petugas dan lima warga binaan menunjukkan hasil negatif.
Sementara itu, salah satu personel Kepolisian Sektor Banjarbaru Timur, Ahmad, mengapresiasi langkah Lapas Banjarbaru yang proaktif menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum untuk menciptakan situasi yang kondusif. “Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan. Kami mendukung penuh setiap langkah pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Lapas Banjarbaru,” ujar Ahmad.
Razia berjalan aman dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan dan ketertiban. Seluruh barang temuan diamankan, diinventarisir, dan kemudian dimusnahkan. Lapas Banjarbaru berharap razia dan tes urine tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga integritas serta mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari penggunaan handphone, pungutan liar dan peredaran narkoba.






